DAMPAK WANITA TERLALU BAPER

“Remaja adalah masa penuh permasalahan”. Statemen ini sudah dikemukakan jauh pada masa lalu, di awal abad ke-20 oleh bapak Psikologi Remaja, Stanley Hall. Menurutnya masa remaja merupakan masa badai dan tekanan (strom and stress). Sedangkan menurut Erickson, remaja adalah masa terjadinya krisis identitas atau pencarian identitas diri.

Masa Remaja dalam ilmu psikologis, selalu diidentikkan dengan masa kelabilan emosi. Emosi didefinisikan dalam istilah perasaan (feeling), semisal pengalaman-pengalaman afektif, kenikmatan atau ketidaknikmatan, marah, takut, bahagia, sedih dan jijik. Emosi juga sering berhubungan dengan ekspresi tingkah laku dan respon-respon fidiologis.

Emosi dilihat dari sebab dan reaksi yang ditimbulkan, dikelompokkan menjadi tiga. Pertama, Emosi yang berkaitan dengan perasaan (syaraf-syaraf jasmaniah), misalnya perasaan dingin, panas, hangat, sejuk dan sebagainya. Kedua, emosi yang berkaitan dengan kondisi fisiologis, misalnya sakit, meriang dan sebagainya. Yang ketiga, Emosi yang berkaitan dengan kondisi psikologis, misalnya cinta, rindu, sayang, benci dan sejenisnya. Munculnya emosi seperti ini lebih banyak dirasakan karena faktor hubungan dengan orang lain.

Yang paling sering dan paling nampak dalam emosional remaja adalah emosi psikologis, di mana seorang remaja mulai mencari orang lain yang dia suka. Pada masa remaja juga ia memiliki emosi psikologis, terutama rasa cinta yang mulai diarahkan kepada lawan jenis. Sehingga tidak heran jika akhir-akhir ini, dalam istilah remaja sering dijumpai istilah baper (bawa perasaan). Kalau kita mencari arti kata tersebut dalam kamus besar bahasa Indonesia pasti tidak akan ditemukan.

Baca Juga : Mengenal Karakter Wanita yang Hebat

Baper semacam perasaan yang datang secara tidak sengaja dan bila dilanjutkan bisa menimbulkan komplikasi berkelanjutan. Selain itu, baper seringkali juga diartikan sebagai keadaan di mana seseorang melihat sesuatu lalu dia menganggap serius hal tersebut, padahal sebenarnya hal itu hanyalah hal sepele.

👉 TRENDING :  Doa Mujarab Cepat Kaya Tanpa Kerja? Baca Sebelum Tidur

Membesar-besarkan hal sepele adalah karakteristik utama baper. Saat dilanda baper, maka memori kita akan berulang kali menampilkan adegan yang membuat baper. Dia akan merasa menjadi orang paling beruntung atau orang paling menderita sedunia.

Penyakit bawa perasaan ini sering melanda seseorang yang sedang jatuh cinta, terutama bagi perempuan yang sedang mengejar orang yang ia cintai. Remaja perempuan yang baper seringkali akan mengimajinasikan romantisme cinta dengan orang yang disukainya, sehingga pada akhirnya, hanya dengan disapa oleh yang ia sukai, perasaan senang yang menimpanya sudah sampai level sepuluh. Kenikmatan imajinasi yang terlalu sering ini akan menjadi keinginan kuat untuk melakukan apa yang diimajinasikan, yang pada akhirnya saat ada sedikit celah bersama orang yang disukai, dengan mudah ia akan melakukan hal-hal yang dilarang dalam norma-norma agama.

Demikianlah akan sangat kentara dampak dari baper yang berkelanjutan, sampai kita akan melakukan hal-hal buruk yang sia-sia. Dampak itu bisa diklasifikasikan menjadi tiga bagian. Yang pertama, lupa waktu. Perempuan yang lagi baper akan menghabiskan banyak waktu hanya untuk memikirkan doi yang ia cintai. Hal ini seperti lagu yang didendangkan oleh Evie Tamala,  //mau tidur teringat padamu//mau makan teringat padamu//mau apapun teringat padamu//. Sedemikian ini akan menyebabkan durasi waktu untuk setiap hal yang dilakukan akan bertambah karena setiap melakukan sesuatu ditambah durasi waktu melamun memikirkan yang ia cintai.

Baca juga : Pesona Wanita Cantik yang Sesungguhnya

Yang kedua, akan menjerumuskan pada perzinaan. Naudzubillah. Ibnul Qayyim—rahimahullah—berkata bahwa pandangan mata yang haram akan melahirkan lintasan pikiran, lintasan pikiran melahirkan ide, sedangkan ide memunculkan nafsu, lalu nafsu melahirkan kehendak, kemudian kehendak itu menguat hingga menjadi tekat yang kuat dan biasanya diwujudkan dalam amal perbuatan (zina).

👉 TRENDING :  Doa Mujarab Cepat Kaya Tanpa Kerja? Baca Sebelum Tidur

Telah banyak korban percintaan yang over terjerumus ke lembah perzinaan. Begitu rugi seorang wanita yang telah terlanjur menyerahkan mahkotanya dengan hanya landasan cinta. Ia pun akan tertimpa beban yang berkelanjutan apabila ia sampai hamil dan lelaki yang ia cintai tak mau bertanggungjawab.

Yang ketiga, Lupa ilmu. Imam Waki’ bin Jarrah salah seorang guru Imam Syafi’i berkata, “Sesungguhnya ilmu itu adalah cahaya, dan cahaya Allah tidak akan diberikan kepada pelaku maksiat.” Ketika sudah melulu membayangkan romantime cinta yang ada dalam, padahal cinta itu masih belum disakralkan dalam bingkai pernikahan akan begitu jelas kalau itu merupakan perbuatan dilarang oleh agama (maksiat) dan akan mengerus sedikit demi sedikit mulianya ilmu.

Lalu, apa yang semestinya dilakukan perempuan agar tidak terbawa arus baper yang berkelanjutan? Tentu jawabannya adalah harus menjadi muslimah yang kuat. Muslimah yang tetap mengedepankan hati nurani dan akal sehat walaupun hati gampang terbawa perasaan.

Untuk menjadi muslimah dengan hati kuat, salah satunya adalah dengan menyibukkan diri dengan hal-hal positif. Kesibukan yang akan memakan banyak waktu, tidak akan memberi ruang kosong untuk melamun sehingga waktu itu terbuang tanpa ada artinya. Ketika tak sempat melamun maka kekuatan keinginan romantisme dalam imajinasi akan lemah lalu hilang perlahan. Selain itu, dengan menyibukkan diri, kesempatan untuk stalking media sosial si dia pun akan terminimalisir.

Begitu dahsyat dampak buruk dari baper bagi muslimah. Namun baper bisa dicegah seminimalisir mungkin dengan menjadikan diri semakin dekat kepada Allah, Tuhan yang memiliki rasa cinta itu sendiri. Selalu husnudzan kepada-Nya, bahwa wanita yang baik akan memperoleh pendamping yang baik pula. Nah, akankah kita menjadi muslimah dengan hati kuat?

👉 TRENDING :  Doa Mujarab Cepat Kaya Tanpa Kerja? Baca Sebelum Tidur

 

Faiz Amzad